Kenapa dirimu?
Tanyaku padanya,
Apa urusanmu?
Ucap mulutnya.
Aku tak tahu lagi,
Mana batas untuk peduli,
Ketika simpati tak sampai,
Dan empati pun lalai.
Mungkin lebih baik diam,
Sendiri kita didekap malam,
Di tengah kerumunan seram,
Doaku slalu dalam gumam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar